Astronot

Rabu, Maret 16, 2016 Agung 0 Comments

Antariksawan

Heyo wazap :v
Ketemuu lagi di postingan saya yg kesekian **Kedua** :'v
Sebenernya saya bingung mau nulis apa, tapi karna saya ingin menulis sesuatu di blog ini maka saya pikir " Kenapa tidak bahas cita cita lama saya saja "
Ga salah kan ? Ya enggak donk! blog blog gua :v awkoawko
Pertama tama, gua kasih tau dulu nih. Cita cita gua dari kelas 3SD itu pengen jadi astonot.
Kenapa ? Enggak tau juga yaa kenapa ... Mungkin karna gua ngerasa bosen hidup di bumi yg makin lama makin rusak, dan gua percaya kiamat itu nyata.

Apa itu Astronot ?
Di kutip dari Wikipedia :
Antariksawan ( Lazim disebut Astronaut ) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awakpesawat antariksa. Istilah " astronaut " juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabat, berbeda dengan seorang kosmonaut yang berasal dari Uni Soviet/Rusia. Kosmonaut pertama adalah Yuri Gagarin. Semenjak tahun 2003 dikenal pula istilah taikonaut (meski bukan istilah resmi pemerintah Tiongkok), untuk antariksawan dari Tiongkok. Taikonaut pertama adalah Yang Liwei.
Antariksawan-antariksawan pertama, baik di AS maupun Uni Soviet, biasanya merupakan pilot pesawat tempur - umumnya pilot-pilot penguji - dengan latar belakang militer. Antariksawan militer biasanya menerima tanda kualifikasi khusus, dikenal di AS dengan nama Astronaut Badge setelah menyelesaikan latihan dan mengikuti penerbangan ke luar angkasa.

**Lebih dari 32 negara sudah pernah mengirimkan antariksawannya ke luar angkasa. Hingga kini (April 2007), sembilan belas antariksawan telah tewas dalam misi perjalanannya, dan setidaknya sepuluh antariksawan telah meninggal dalam kecelakaan latihan di darat**


OK, makasih buat om Wiki yg udh mau ngejelasin apa itu Astronot :v
Nah selanjutnya, saya akan bahas inti dari postingan ini.

Berikut,
5 Fakta unik tentang Astronot
**Kenapa enggak 7 ?? ntar kalo 7 di kira One The Spot** :'v

1. Makanan khusus
Makanan yang dikonsumsi oleh para astronot disajikan dengan memperhatikan standar gizi khusus dan dikemas lebih awet. (Foto: Amusing Planet)

Yak benar, makanan Astronot ' Sedikit ' Berbeda dari makanan di bumi, Ketika makan di luar angkasa anda tidak akan menemukan yang namnya merica, garam atau gula. Disana partikel kecil bisa mengancam keselamatan awak kapal. Oleh sebab itu makanan diluar angkasa dibuat secara khusus.
NASA's Advanced Food Technology Project. Sebuah departemen khusus yang bertugas untuk meneliti dan mengembangkan makanan bagi para astronot. Selama 50 tahun terakhir, mereka telah melakukan berbagai riset mengenai metode pengemasan dan penyajian makanan bagi para kru pesawat luar angkasa.
Untuk urusan menu, makanan yang disediakan ternyata tidak berbeda jauh dengan menu makanan biasa di bumi. Yang berbeda hanyalah makanan tersebut disajikan dengan memperhatikan standar gizi khusus dan dikemas sedemikian rupa agar bisa awet lebih lama.
Yuri Gagarin menjadi orang pertama yang menikmati menu khusus berupa daging tumbuk dan saus cokelat yang dikemas dalam sebuah tabung menyerupai pasta gigi.

John Glenn merupakan orang pertama yang mencoba makan makanan di dekat orbit Bumi yang hampa udara. Menurut Glenn, tidak sulit untuk makan di area tersebut. Hanya saja makanan harus disesuaikan ukurannya agar lebih mudah. Menurut para astronot yang telah merasakan langsung makanan-makanan khusu luar angkasa tersebut, walau makanan ini memiliki rasa yang lumayan enak akan tetapi kurang mampu membangkitkan selera makan karena bentuk asli dari makanan tersebut yang sudah berubah.


2. Space Adaptation Syndrome / Space Sickness


Dengan tidak adanya gravitasi, sinyal dari sistem vestibulary dan reseptor tekanan menjadi kacau. Efeknya biasanya menyebabkan disorientasi pada tubuh: banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka seperti terbalik, atau bahkan mengalami kesulitan dalam penginderaan lokasi lengan dan kaki mereka sendiri. disorientasi ini adalah penyebab utama dari apa yang disebut Space Adaptasi Syndrome.
Bagi para astronot yang baru saja mendarat ke bumi pasti merasakan tubuh seperti terbalik, kesulitan pengindraan lokasi, berputar-putar dan lain sebagainya. Hal ini tentunya sangat mengganggu sekali. Maka dari itu para astronot akan melakukan terapi beberapa waktu setelah mendarat ke bumi.

3.Berhenti Mendengkur

Mendengkur saat tidur disebabkan oleh tarikan gravitasi bumi. Nahh jika di luar angkasa tidak ada gravitasi jadi tidak bisa mendegkur.
Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.
Hasilnya tidak ada yang mendengkur saat tidur di luar angkasa. 

4. Tumbuh tinggi lebih cepat

Menurut NASA, selama satu bulan di luar angkasa, astronot bisa kehilangan 1 persen dari massa tulangnya. Namum mereka akan mengalami pertumbuhan tinggi badan. Pertambahan tinggi ini sekitar 5 cm. Penyebabnya adalah kurangnya atau tidak adanya gravitasi, sehingga tulang belakang mereka mengalami peregangan dan pertambahan tinggi badan.
Karena tidak adanya atau berkurangnya efek gravitasi. Seperti yang diketahui umum, tulang belakang manusia berupa ruas-ruas tulang yang saling berhubungan. Diantara ruas-ruas tulang tersebut terdapat lapisan tipis. Lapisan tersebut akan menjadi lebih tipis saat kita berdiri karena terhimpit tulang belakang yang tertarik gaya gravitasi. Makanya, astronot yang dilaur angasa dan tidak terpengaruh gravitasi bumi, lapisan (sekat) antar tulang belakangnya jadi lebih jauh. Inilah yang menyebabkan astronot menjadi lebih tinggi setelah misi di luar angkasa.

Untuk membuktikan pernyataan diatas, Cobalah mengukur tinggi badanmu saat berdiri, dibandingkan dengan saat kita tidur terlentang di atas kasur matras. 
Jika diukur secara teliti, rata-rata tinggi orang dewasa akan lebih tinggi 0,5 inch saat tidur daripada saat berdiri.


5. Matahari terbit sebanyak 16 kali dalam sehari


Selama satu hari Anda akan mengalami 16 matahari terbit
Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit rendah Bumi, sehingga sangat sulit untuk tidur dengan baik karena tidak adanya siklus siang-malam. Untuk mengatasi hal ini, ISS astronot administrator mengatur jadwal berbasis pada 24-jam Bumi untuk menjaga aktivitas mereka sebagai membumi mungkin. Jam onboard ISS ditetapkan Greenwich Mean Time (GMT), sekitar pertengahan antara Houston, Tex, dan Moskow. Untuk mengisi waktu luang, Mereka biasanya memainkan musik, yang diminta oleh astronot atau anggota keluarga astronot.



Hal terpenting, tempat tidur di luar angkasa harus memiliki ventilasi yang baik. Jika tidak, astronaut
bisa kekurangan oksigen dan terengah-engah, karena karbondioksida yang dihembuskan sendiri dan berada di sekitar kepala mereka. Astronaut bekerja dan tidur sesuai jadwal waktu harian. Mereka biasanya dijadwalkan tidur selama delapan jam setiap hari. Mereka biasa memakai penutup mata atau menutup jendela untuk mencegah silaunya sinar matahari sementara mereka tidur.
Kru menggunakan jam alarm atau siaran musik dari pengontrol misi di Bumi untuk membangunkan mereka. Kegembiraan berada di luar angkasa dan mabuk dapat mengganggu pola tidur astronaut. Beberapa astronaut melaporkan bahwa mereka mengalami mimpi dan mimpi buruk.

0 komentar: